Memperbaiki Loyalitas Pelanggan yang Kian Menurun

0
October 20, 2017

Menurunnnya loyalitas pelanggan tentu mengakibatkan volume pendapatan jadi ikut minim. Betapa tidak, saat pelanggan ramai melakukan transaksi maka pendapatan yang dihasilkan pun bisa tinggi. Sebaliknya, ketika pembeli sepi maka kecil pula omset yang diperoleh. Dalam kondisi ini, jika terus dibiarkan usaha bisa berada di ujung tanduk yang pada akhirnya gulung tikar. Tentunya usaha yang merupakan satu-satunya ladang untuk mencari pendapatan harus mampu memperoleh pelanggan dalam jumlah maksimal agar dapat beroperasional dengan lancar. Loyalitas pelanggan yang mulai menurun pada dasarnya disebabkan oleh beberapa faktor, bisa dari kualitas produk kurang menarik ataupun juga tidak menutup kemungkinan tingkat pesaing yang semakin ketat. Beberapa cara di bawah ini dapat dilakukan untuk memperbaiki loyalitas pelanggan yang kian mengalami penurunan:

Meningkatkan mutu layanan

Dalam sebuah bisnis, mutu layanan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan para pelanggan. Inilah sebabnya layanan yang bagus akan dapat meningkatkan loyalitas konsumen. Jika benar dari mutu layanan yang kurang baik, tentu sudah seharusnya dimaksimalkan lagi untuk mengembalikan loyalitas pelanggan yang hampir pupus. Mutu layanan bisa dari sikap dalam melayani dan juga kualitas produk yang diberikan. Ketika sikap yang ditunjukkan kepada pengunjung kurang berkenan misalnya judes, tentu tidak akan ada rasa nyaman untuk berkunjung kembali. Begitu pula jika masalahnya dari mutu produk yang telah menurun, dapat mengurangi daya tarik konsumen untuk membeli. Contoh, pada usaha makanan yang sering kali menurunkan kuantitasnya dari yang relatif banyak menjadi sedikit atau justru harga dari murah jadi mahal. Hal ini cenderung akan mengecilkan keinginan konsumen untuk berkunjung kembali dan bukan tidak mungkin akan berpindah tempat untuk berbelanja.

Menciptakan suasana yang lebih nyaman

Agar konsumen menjadi tertarik untuk datang lagi dan lagi suasana kedai juga perlu diperhatikan. Hal ini pada dasarnya termasuk dalam sebuah pelayanan, di mana ketersediaan tempat yang sejuk membuat pengunjung merasa lebih nyaman. Seumpama pada usaha kedai kopi, membuat taman di sekitarnya dengan memanfaatkan lahan yang kosong dapat menciptakan udara yang sejuk sehingga memberi ketentraman bagi pengujung. Dengan perubahan yang ada, dapat mengundang kembali minat konsumen untuk datang dan bukan tidak mungkin pada akhirnya menjadi tempat favorit mereka. Loyalitas konsumen yang hilang bisa jadi disebabkan oleh kurang nyamannya situasi dan kondisi tempat. Untuk itu, hal ini perlu ditinjau di samping daripada pelayanan utama yakni sikap yang ditunjukkan.

Memaksimalkan pemasaran

Tidak hanya mengakibatkan sepinya pembeli, pemasaran yang kurang maksimal juga membuat bisnis kehilangan pelanggan setia. Terlebih dilatarbelakangi oleh tingginya pesaing dapat membuat usaha ditinggalkan pelanggan. Lebih-lebih kompetitor punya strategi yang bagus untuk menarik perhatian konsumen, bukan tidak mungkin bisnis jadi sepi. Memaksimalkan pemasaran merupakan satu dari banyak cara yang hendaknya dilakukan untuk membangkitkan kembali loyalitas pelanggan. Misalnya dengan memberi promo harga atau juga hadiah lainnya. Dengan hal ini, kesempatan usaha agar kembali dilirik konsumen relatif memungkinkan.

Perjalanan bisnis memang tidak selalu berjalan mulus. Termasuk pada loyalitas pelanggan yang jadi minim sehingga dampaknya bisa membuat perkembangan bisnis menjadi terancam, bukan tidak mungkin lama kelamaan akan kehilangan konsumen. Namun demikian, harus dievaluasi faktor apa yang membuat bisnis mengalami penurunan agar dapat memperoleh solusi tepat dalam mengatasinya. Loyalitas pelanggan yang tadinya pasang surut dapat bertahan secara maksimal dan membuat usaha mengalami perkembangan.

Pentingnya Mengetahui Jenis Kerugiaan yang Di-cover dalam Asuransi

0
September 30, 2017

Membeli asuransi itu tidak boleh sembarangan! Jangan langsung tergiur dengan premi murah dan uang pertanggungan yang cukup besar yang dijanjikan. Sadari bahwa sejumlah asuransi hanya memberikan perlindungan sebagian atau pada hal-hal tertentu saja. Sebagai contoh, ada asuransi properti yang melindungi rumah dari kebakaran tapi tidak untuk kerusakan yang disebabkan oleh aksi huru-hara atau terorisme atau ada pula asuransi kesehatan yang tidak memberikan perlindungan pada penyakit-penyakit kronis tertentu, seperti kanker, paru-paru, meningitis, HIV/AIDS, Alzeimer, batu ginjal, kencing manis, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, jangan hanya berfokus dengan jumlah premi yang harus dibayar dan jumlah uang ganti rugi yang didapatkan tapi juga mengetahui jenis kerugian yang di-cover dalam asuransi yang ingin dibeli agar tidak menyesal di kemudian hari. Perlu disadari bahwa dengan melakukan hal ini, nasabah akan mendapatkan banyak manfaat seperti disebutkan di bawah ini:

Meminimalisir penolakan klaim

Ada banyak kesalahpahaman yang terjadi saat mengajukan klaim. Nasabah berpikir bahwa semua kerugian yang mereka alami terkait polis asuransi yang mereka miliki semuanya di-cover perusahaan asuransi. Setelah mendapatkan penjelasan lebih rinci, barulah mereka mengomentari kurang lebih seperti ini “oh, begitu ya?” Sebagai contoh, jika nasabah membeli asuransi mobil TLO dan mobilnya hanya mengalami baret atau penyok ringan di bagian bemper atau body, lalu kemudian mereka mengajukan klaim, sudah pasti klaim mereka akan ditolak karena kerugian tersebut tidak tercakup dalam polis mereka. Sayangnya, sejumlah nasabah tidak menyadari hal ini dan tidak pula menyikapi kesalahan mereka dengan pengertian. Mereka justru marah-marah, emosi, dan membentak pihak asuransi.  Alhasil, terjadilah keributan yang membuat kedua belah pihak bertikai. Jika ini adalah masalah yang sangat serius, bisa saja salah satu pihak akan membawa masalah ini ke meja pengadilan dan akan ada pihak yang kena denda atau bahkan masuk penjara.

Di sisi lain, apabila pemegang polis sudah mengetahui apa saja kerugian yang di-cover dalam polis asuransi yang mereka pegang, mereka tidak akan susah-susah untuk mengajukan klaim jika kerugian yang didapat tidak tercover. Namun, jika kerugian tersebut sudah jelas tercakup dalam asuransi yang mereka beli, tentu saja mereka akan segera mengajukan klaim dan klaim mereka pun memiliki kemungkinan besar untuk diterima karena sudah sesuai prosedur.

Menghindari penyesalan karena tidak mendapatkan manfaat asuransi yang lengkap

Apabila nasabah baru mengetahui bahwa mereka tidak mendapatkan manfaat asuransi yang lengkap atau tidak sesuai kebutuhan mereka setelah klaim ditolak, mereka tentunya akan sangat menyesal karena sudah membeli polis asuransi tersebut. Penyesalan memang selalu datang belakangan tapi hal ini sebenarnya bisa diminimalisir seandainya pemegang polis sudah tahu kerugian apa saja yang tercakup dalam polis asuransi yang mereka. Apabila hal ini sudah terjadi, mau tidak mau mereka harus memutuskan kontrak asuransi atau membatalkan polis jika merasa tidak mendapatkan manfaat asuransi yang sesuai harapan. Alternatif lainnya adalah mereka harus terus melanjutkan polis tapi tidak dengan perasaan puas dan nyaman. Tentu dalam hal ini, opsi pertama yang cenderung akan menjadi pilihan yang tepat. Oleh sebab itu, sangatlah penting kiranya untuk mengetahui jenis kerugian apa saja yang dilindungi di dalam polis. Jika nasabah merasa bahwa perlindungan yang diberikan tidaklah maksimal, alangkah baiknya untuk mencari produk asuransi lainnya agar tidak merasa dirugikan.

Penyebab Bisnis Mulai Kehilangan Pelanggan

0
August 6, 2017

Kehilangan pelanggan bukan perkara ringan sehingga perlu mendapatkan perhatian serius bagi pebisnis. Bagaimana tidak, kehilangan pelanggan membuat volume penjualan terus mengalami penurunan, kehilangan kesempatan memperoleh konsumen baru dengan hemat biaya, dan pada akhirnya perkembangan usaha bakal terhambat. Ketika mengalami kehilangan pelanggan, Anda harus segera mencari akar permasalahannya supaya mudah mencari solusinya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ketika bisnis mulai kehilangan pelanggan, ini yang menjadi penyebabnya:

Kualitas produk yang tak lagi sama seperti dahulu

Ketika mendapatkan produk dengan kualitas sesuai bahkan melebihi ekspektasinya, konsumen akan tertarik untuk melakukan pembelian lagi dan lagi. Bahkan, mereka tak segan membagikan kepuasannya atas produk yang dibelinya dengan orang terdekatnya. Akan tetapi, kebanyakan konsumen akan berpindah ke lain hati ketika kualitas produk yang dibelinya sudah tidak lagi sama seperti dahulu. Maka dari itu, Anda harus bisa mempertahankan loyalitas pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Dalam hal ini, Anda harus membuat SOP sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas sama seperti sebelum-sebelumnya. Pembuatan SOP lebih dari sekedar menjaga kualitas produk, melainkan juga menghemat biaya & waktu karena dapat meminimalisir kerusakan produk dan pengecekan ulang.

Kualitas pelayanan yang sudah mengalami penurunan

Kualitas produk bukan satu-satunya pertimbangan konsumen dalam membeli produk, melainkan juga kualitas pelayanan. Apabila konsumen menerima perlakuan yang baik, ramah, sopan, dan penuh perhatian dari pemilik atau karyawan usaha, mereka akan jadi terdorong untuk melakukan pembelian bahkan pembelian berulang. Namun, lambat laun mereka akan meninggalkan usaha apabila pelayanan yang didapatkannya tidak lagi sesuai dengan harapannya. Oleh sebab itu, Anda harus selalu memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan. Pelayanan di sini bisa dari berbagai hal mulai dari memproses permintaan secara cepat & tepat bahkan sampai dengan memberikan garansi atas kerusakan produk atau tidak sesuai dengan harapan konsumen.

Promosi yang semakin jarang

Promosi yang jarang juga bisa menjadi penyebab pelanggan mulai meninggalkan usaha. Minimnya promosi membuat pelanggan kurang update informasi seputar usaha. Ketika ada produk dari kompetitor yang gencar dipromosikan di televisi, Facebook, Twitter, atau akun jejaring sosial lainnya, media cetak (koran, majalah, dsb), dsb lambat laun mereka jadi tertarik untuk mencoba, menggunakan, atau mengkonsumsi produk tsb. Maka dari itu, Anda sebagai pebisnis hendaknya selalu melakukan promosi meskipun telah memiliki banyak pelanggan. Selain untuk mengkomunikasikan produk baru, promosi yang dilakukan juga bertujuan untuk semakin membuat produk menjadi top of mind pelanggan.

Semakin sengitnya persaingan bisnis karena makin banyaknya kompetitor baru yang bermunculan juga bisa menjadi penyebab bisnis berangsur kehilangan pelanggan. Jika Anda tidak segera melakukan inovasi produk, bisnis Anda akan ditinggalkan oleh pelanggan. Maka dari itu, manjakan pelanggan dengan terus melakukan inovasi produk entah itu menambahkan manfaat, jenis, mengubah bentuk, atau lain sebagainya. Sebelum melakukan inovasi produk, disarankan untuk melakukan riset pasar supaya dapat memberikan apa yang benar-benar pelanggan inginkan. Itulah beberapa penyebab bisnis mulai kehilangan pelanggan. Semoga penyebab ini bisa Anda cegah sehingga pelanggan bukannya hilang melainkan bertambah banyak dan menyokong pertumbuhan usaha.